SEJARAH DESA

Sekitar tahun 1858 datanglah satu keluarga dari Banyuwangi bernama Yesaya bersama istri dan anaknya. Mereka telah membuka lahan berupa hutan belantara dan lahan tersebut sangatlah luas, sehingga daerah tersebut di namakan Tegalombo yang artinya bahasa jawa Tegale Ombo atau lahannya sangat luas.

Yesaya wafat pada tahun 1918 dan makamnya di Pemakaman Kristen Desa Tegalombo.

Sampai Tahun 2017 ini Pemerintahan Desa Tegalombo sudah mengalami 9 kali pucuk Pemerintahan atau Kepala Desa.

  1. Yang pertama adalah Petinggi Usul, Petinggi usul ini yang telah mengusulkan Tegalombo menjadi sebuah Desa Administrasi, karena telah mengusulkan, nama petinggi tersebut terkenal dengan nama Petinggi Usul sedang nama asli belum diketahui.
  2. Yang Ke dua  Petinggi Siswo Soewoto.
  3. Yang Ke Tiga Petinggi Diono.
  4. Yang Ke Empat Petinggi Mashueri Khasah
  5. Yang Ke Lima Petinggi Soebadi
  6. Yang Ke Enama Petinggi Mashueri Khasah
  7. Yang Ke Tujuh Petinggi Soebawi
  8. Yang Ke Delapan Petinggi Mujiono
  9. Yang Ke Sembilan petinggi Adi Santoso

Sebagai Kantor Administrasi Desa Tegalombo Zaman dahulu masih berpindah-pindah sesuai dengan Kepala Desa yang menjabat, namun masih ada 1 (satu) rumah yang masih kokoh yang pernah ditempati untuk administrasi desa Tegalombo yaitu di rumah Bp.Prayogo di RT.02 RW.01 dan bangunan tersebut berdiri tahun 1922. dan mulai Petinggi Soebawi Balai Desa Ditempatkan di Krajan sampai sekarang ini.

Desa Tegalombo mempunyai batas-batas sebagai berikut :

Utara              : Laut Jawa

Selatan           : Hutan Negara

Timur             : Desa Kembang

Barat              : Desa Puncel.

Facebook Comments